Friday, 25 August 2017

Cara Menggunakan Indikator Gleitender Durchschnitt


Indikator Moving Average (MA) merupakan indikator yang digunakan untuk mengidentifikasi kecenderungan tren arah pergerakan harga saham menggunakan rata2 pergerakan harga selama perioda tertentu. Kalau Anda cermati definisi diatas, akan didapatkan dua pemahaman. Pertama Kecenderungan tren Kedua Rata2 harga saham Kecenderungan tren artinya indikator MA sering sekali digunakan untuk menentukan tren harga saham, baik tren naik maupun tren turun, ataupun menentukan arah pembalikan tren dari bullish menuju bearish dan sebaliknya. Rata2 harga saham artinya perhitungan indikator MA didapatkan dari rerata harga saham selama perioda jangka waktu tertentu yang sudah Anda tentukan. Bagaimana cara menghitung dan membaca indikator MA Kita bahas ilustrasi dibawah ini. Misalkan Anda menggunakan Indikator MA 5. Apa artinya MA 5 MA 5 artinya adalah: Rata2 pergerakan harga saham selama 5 HARI TERAKHIR, kemudian hasilnya akan dibagi 5 untuk mendapatkan nilai MA. Ilustrasinya, misalkan ada 5 harga saham sebagai berikut: 700 750 800 850 900 4.000 5 800. Jika pada hari perdagangan berikutnya harga penutupannya adalah 950, maka perhitungan MA 5 akan berlanjut sebagai berikut: 750 800 850 900 950 4.250 5 850. Lalu angka2 tersebut Diambil dari mana Bukannya harga saham terdiri dari Offen, hoch, niedrig dan Schließen Penggunaan Indikator MA Pada umumnya Akan menggunakan nilai harga penutupan (schließen), karena harga penutupan merupakan harga terakhir, yang sudah tidak mungkin berubah-ubah lagi. Berikut Adalah Gambaran Indikator MA. Perhatikan garis orange diatas Garis tersebut adalah garis MA Garis MA selalu berdekatan dengan leuchter, karena MA berfungsi sebagai garis tren. SMA, WMA dan EMA Indikator MA Dibagi Lagi Menjadi 3, yaitu Einfache MA (SMA), Dan gewichtet MA (WMA), Exponential MA (EMA). Apa perbedaan ketiganya, dan MA manakah yang paling baik SMA merupakan MA yang menggunakan bobot perhitungan yang sama untuk setiap hari. Jadi, kalau pada contoh diatas, saya menggunakan contoh MA 5, maka bobot perhitungan 5 hari adalah sama. Lalu, apa bedanya SMA dengan WMA WMA seakan memperbaiki kelemahan yang ada pada SMA, dengan menekankan bobot perhitungan yang berbeda untuk setiap hari. Apa maksudnya Saya tanya kepada Anda: Harga saham 30 hari lalu dengan harga saham kemarin mana yang memiliki bobot lebih besar dan kuat dalam memprediksi harga masa depan Saya yakin Anda sependapat dengan saya, harga kemarin bobotnya pasti lebih besar ketimbang harga 30 hari lalu dalam memprediksi harga Saham masa mendatang Harga kemarin lebih aktualisieren untuk menggambarkan sinyal harga masa yang akan datang ketimbang menggunakan harga saham 30 hari lalu. Itulah mengapa para analis selalu merekomendasikan saham menggunakan patokan harga kemarin, bukan harga 30 hari lalu. WMA menghitung bobot hari terakhir tidak sama dengan 30 hari lalu, demikian juga bobot hari ini akan lebih besar ketimbang hari kemarin. Inilah yang tidak diatur oleh SMA. SMA menggunakan bobot yang sama untuk setiap hari. WMA als EMA adalah penyempurnaan dari SMA. Mengapa diberikan pembobotan hari yang berbeda Karena pembobotan hari yang sama pada tiap perioda SMA membuat terjadinya keterlambatan perubahan sinyal tren. Lalu bagaimana dengan EMA EMA pada dasarnya sama dengan WMA, Mitgliedsbabot penilain yang berbeda untuk setiap perioda. Hanya Bedanya, KALau Pada WMA Bobot Nilai Terakhir Akan Semakin Besar Jika Perioda Yang Digunakan Semakin Panjang. Pada EMA, Semakin Besar Perioda Yang Digunakan Pembobotan Nilai Hari Terakhir Semakin Kecil. Kalau Anda perhatikan ketiga grafik MA diatas (garis orange), saya menggunakan MA 20. Perbedaannya, pada garis EMA dan WMA terlihat lebih dekat pada harga saham (Kerzenständer) Ketimbang SMA. Dengan Kata Lain, EMA Sebenarnya Lebih Sensitif Ketimbang SMA, Dan WMA Lebih Sensitif Ketimbang EMA, Karena Lebih Dekat Ke Pergerakan Harga. EMA dan WMA memberikan sinyal yang lebih cepat tapi kelemahannya akan lebih sering terjadi falsches Signal. Sedangkan garis SMA memberikan sinyal lebih lambat namun SMA dapat meminimalkan falsches Signal. Lalu dari ketiganya, manakah yang terbaik Semua tergantung tipikal Anda. Kalau Anda Tip Trader Yang Main Aman Dengan Bereich Handel Lebih Panjang, Anda Bisa Menggunakan SMA. Kalau Anda adalah tipikal trader yang ingin handel lebih pendek, Anda bisa menggunakan EMA dan WMA. Cara membaca SMA, EMA dan WMA sebenarnya sama saja. Oleh karena itu, dalam pos ini dan pos2 selanjtunya saya sebut sebagai MA. Biasanya SMA sering dipakai karena sifatnya yang lebih aman dibandingkan EMA dan WMA. Bagaimana implikasi garis MA lebih lanjut Perioda MA Mana Yang Paling Efektif Silahkan Lanjut Baca Ke Teil Berikutnya: Cara Menggunakan Indikator Moving Average - Teil II. Cara Trend Trading Dengan Moving Durchschnitt Indikator Ketika Seorang Forex Trader Mulai Belajar Trading Dengan Menggunakan Analisa Teknikal Preis Aktion Mereka Pada Mulanya biasanya menggunakan gleitende durchschnittliche indikator sebagai indikator yang pertama digunakan. Moving Durchschnitt Indikator Memang Merupakan Indikator Tertua, Dan Indikator Yang Paling Sering Digunakan Di Dunia Forex Trading, Perhitungan Dalam Muving Durchschnitt Indikator Yaitu Rata Rata Pergerakan Harga Juga Sering Menjadi Acuan Atau Perhitungan Dasar Untuk Indikator Forex Teknikal Lainnya. Menentukan Arah Pergerakan Trend Yang Sedang Berlangsung Di Forex Trading Dengan Menggunakan gleitenden Durchschnitt Indikator Merupakan Permulaan Yang Pantas Dan Layak Dijadikan Pegangan Atau Acuan Dalam Handel Forex. Beginen anda memahami fungsi dan penggunaan gleitenden durchschnittlichen indikator forex handel und a akan bisa lebih mudah mengaplikasikannya lebih lanjut dengan menggunakan dua gleitend Durchschnitt Indikator sekaligus bahkan lebih untuk menentukan Ebene Eintrag dan Ebene Ausfahrt atau untuk menentukan kapan kita harus membuka posisi dan kapan kita harus keluar posisi dalam Forex Handel, Kita Menggunakannya Dengan Sistem gleitenden durchschnittlichen Crossover gleitenden durchschnittlichen Indikator teknikal Handel. Di artikel kita kali ini saya akan memulainya dengan pengertian dasar dari gleitender durchschnittlicher indikator teknikal handel forex Umzugsdurchschnitte atau sering disingkat dengan MA adalah rata rata pergerakan harga pada kurun waktu tertentu (contoh dalam periode 50, 100, 200 gleitender Durchschnitt). Jika pergerakan harga suatu pasar dalam keadaan trend naik maka harga pasar akan bergerak diatas rata rata pergerakan gleitend durchschnittlich indikator atau dalam arti lain harga akan bergerak diatas indikator gleitend Durchschnitt Forex. Dan sebaliknya jika pergerakan harga suatu pasar dalam keadaan trend naik maka harga pasar akan bergerak di bawah rata rata pergerakan gleitend durchschnittlich indikator atau dalam arti lain harga akan bergerak dibawah indikator gleitende durchschnittliche forex. Verschieben von durchschnittlichen Crossover Adalah Kondisi Dimana Terjadi Perpotingan Antara Moving Durchschnitt Indikator Dengan Periode Yang Lebih Kecil Memotong bewegen Durchschnitt Indikator Dengan Periode Yang Lebih Besar. Belajar forex gleitende durchschnittliche Crossover-Handelsstrategie. Kebanyakan forex trader mencari forex strategi yang akurat untuk keperluan handel sistem mereka untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Dan Kebanyakan Trader Mengunakan gleitenden durchschnittlichen Indikator Sebagai Acuan atau alat untuk forex strategi mereka untuk menentukan Ebene Eintrag dan Ausfahrt Handel. Umzug durchschnittliche Crossover digunakan sebagai forex strategi dalam dunia Handel. Crossover gleitenden Durchschnitt Yang Sering Digunakan Oleh Para Trader Adalah Crossover Antara 50 Moving Durchschnitt Indikator Forex Dengan 200 Gleitende durchschnittliche Indikator Forex. Jika 50 memotong keatas 200 gleitende durchschnittliche ini menandakan trend bullish di pergerakan harga dan jika 50 gleitende durchschnittliche memotong kebawah 200 gleitende durchschnitt indikator ini menandakan trend bearish di pergerakan harga. Hal yang menarik dari gleitende durchschnittliche forex strategi adalah kesederhanaannya dalam Handel sistem. Forex Markt bergerak naik turun dan bergerak secara trend. Untuk ini kita disarankan untuk mencari peluang hanya pada pergerakan harga trend Ja, wir handeln in Richtung des Markttrends. Karena handel dengan searah arah pergerakna trend akan memberi peluang lebih besar daripada kita memanfaatkan pergerakan harga naik turun atau seitenwege trend. Tip lain yang bisa anda gunakan adalah kita bisa mencari instrumen pasar yang mempunyai sejarah trend yang baik dan flett gleitend durchschnittlich indikator memberikan sinyal handel kita bisa mengambil peluang. Dengan Resiko Yang Sudah Kita Tentukan Sebelumnya Dan Kita Bisa Mengatur Ebene Stop Verlust Dibawah Atau Diatas Crossover. Keuntungan menggunakan gleitenden Durchschnitt Crossover Forex Strategi Moving Durchschnitt Indikator Crossover Memberi Kita Forex Strategi kurzfristig als längerfristig gleitenden Durchschnitt secara bersamaan. Contoh sederhana yang bisa kita pelajari adalah penggunaan 10 gleitend durchschnittlich indikator dan 30 gleitend durchschnittlich indikator sebagai kurzfristig entri atau kita bisa menggunakan 50 bewegende durchschnittlich dan 200 gleitende durchschnittliche indikator sebagai langfristige entri handel. Jika Kita Menggunakan Crossover gleitenden durchschnittlichen Indikator sebagai forex strategi maka kita secara tidak langsung menggunakan sinyal yang lebih obyektif karena crossover gleitend Durchschnitt ini merefleksikan atau mencerminkan kondisi pergerakan pasar yang sedang berlangsung. Meskipun forex strategi ini terlihat sederhana, gleitende durchschnittliche crossover indikator untuk trendhandel bukanlah strategi tanpa kelemahan. Umzug durchschnittlich menggunakan perhotungan yang kaku dalam kalkulasinya sehingga ini mengakibatkan gleitenden durchschnittlichen merupakan indikator yang hanya indikator yang mengidentifikasikan pergerakan harga yang sudah terjadi atau lagger indikator. Lagging Indikator bisa diartikan sebagai indikator yang pergerakannya didasarkan atas harga atau pergerakan sebelumnya. Jadi Jika kurzfristig Handel Memberikan sinyal Yang lebih Lambat Maka akan menimbulkan resiko. Tapi jika kita memperbesar periode gleitend durchschnittlich indikator maka sinyal yang dihasilkan akan jauh lebih sedikit kemunculannya. Untuk masalah ini beberapa profesional trader sudah mengembangkan indikator gleitend Durchschnitt seperti exponentiell gleitend Durchschnitt yang lebih menitik beratkan perhitungan harga baru sehingga dengan modifikasi ini exponentiell gleitend Durchschnitt akan lebih responsif terhadap pergerakan harga. Penggunaan exponentiell gleitenden Durchschnitt Sama Dengan Penggunaan gleitenden Durchschnitt lainnya dalam aturan menentukan Ebene entri ataupun Ausfahrt. Cara menggunakan gleitenden durchschnittlichen Crossover dalam tingkat Yang Lebih Tinggi. Ketika seorang trader mencari teknik forex strategi dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi biasanya trader tersebut menggunakan indikator Ichimoku Handel strategi sebagai acuan Handel systemnya. Ichimoku Kinko Hyo Indikator Menggunakan gleitenden Durchschnitt Sebagai Dasar Indikator Yang Digunakan. Ichimoku Kinko Hyoo Indikator Menggunakan 9 gleitenden Durchschnitt dan 26 gleitenden durchschnittlichen Indikator. Dan indikator ini mendeteksi kaufen sinyal jika harga bergerak diatas rata rata dari harga tertinggi dan terendah dalam kurun waktu 52 periode atau verkaufen sinyal crossover jika harga bergerak dibawah harga rata rata harga tertinggi dan terendah harga dalam kurun waktu 52 periode. Ichimoku Kinko Hyo Indikator Berfokus Pada Gleitende durchschnittliche Indikator Crossover Pada Bentuk Wolke. Umzug durchschnittliche Crossover Indikator Memberi Trend entri sinyal Pada Forex Trader Dan Trend Ausfahrt sinyal dengan menghindari pergerakan Harga Yang Sangat Fluktuatif atau whipsaw. Pergerakan whipsaw atau pergerakan naik turun yang extreme akan menyulitkan dan Mitgliedsbanyak resiko pada forex trader. Karena pergerakan ini hanya berisi emosi belaka dan beresiko Jika und ein Merupakan Trader Forex Yang Baru, unda bisa menggunakan bewegende Avrage Indikator Sebagai alat dalam Handel sistem anda, Indikator ini sangat sederhana dan mudah digunakan. Dan seperti biasa diakhir artikel kami akan beri beberapa indikator atau expert berater yang bisa unda herunterladen dengan kostenlos untuk membantu anda dalam forex strategi anda. Ehrfürchtiger Indikator merupakan indikator oscilator yang sering digunakan oleh para trader dalam chaos handels system punya rechnung william Atau lebih dikenal dengan bollinger bands indikator merupakan volatil indikator yang digunakan para trader untuk melihat fluktuasi atau volatilitas pasar. Bären Indikator Oszillator Yang Merupakan Pasangan Dari Bullen Teknikal Indikator Bulls Indikator Oszillator Yang Merupakan Pasangan Dari Bären Teknikal Indikator Commodity Kanal Index Indikator Merupakan Oszillator Indikator Populer Selain Stochastischen dan RSI relativen Stärke Index Indikator Daftar Forex tanpa modal disinibeBisnis lah - Salah Satu Indikator Forex Yang Paling Populer Digunakan oleh para trader untuk analisa teknikal adalah Umzug Durchschnittlich atau biasa disingkat MA. Indikator ini sangat lah mächtig dimana fungsinya adalah sebagai indikator yang menghitung atau menampilkan harga rata-rata dari satu mata uang pada periode tertentu. Untuk lebih jelasnya, lihat gambar di bawah ini. Moving Average TimeFrame 30M Garis Warna Kuning. MA10 pada TimeFrame 30M garis warna biru muda (aqua): MA24 pada TimeFrame 30M Saat Kerzenständer berada di atas garis-garis MA, maka trend harga cendrung naik dan flett pula sebaliknya. Pada dasarnya MA dibagi menjadi 3 (tiga) macam yaitu Einfache, exponentielle Dan Weighted Moving Average. Tapi Yang Sering Dan Paling Populer Dipakai Dan Diajarkan Ke Trader Adalah Einfache Moving Average (SMA) Seperti Beberapa Contoh Gambar Di Atas. Cara Männer-Einstellung Indikator gleitenden Durchschnitt di Diagramm MT4: 1. Menyisipkan MA Ke Chart, ada 2 (dua) cara yaitu: Di Menü paling atas menu utama. Klik Insertsisipkan - Indikator - Trend - gleitender Durchschnitt Di Menu Barisan Ke Dua Werkzeuge Bar. Lihat gambar di bawah ini Pilih Indikator - Trend - Moving Average Silahkan Pilih Mana Cara Yang Menurut Anda Nyaman. Nah, Sekarang Kita Menentukan Pada Periode Dan Pada TimeFrame Berapa Kita Akan Memasang gleitenden Durchschnitt. 2. Cara menentukan Periode pada TimeFrame (TF) yang akan Anda digunakan: Jika di TF H1, Anda ingin melihat harga rata-rata di setiap 12 jam nya maka ketik 12 di periode. Tentukan juga warna garis MA nya dan jenis garis (fest, putus-putus dll) Jika ingin tahu harga rata-rata 12 jam di TF 30M, maka hitungannya jadi 12x60 menit7203024. Jadi, MA 12 jam di TF 30M adalah 24 maka ketik 24 di periode Jika di TF H1, Anda ingin harga rata-rata di 5 jam terakhir, maka MA 5 yang digunakan Jika di TF 30M, maka 5x603003010. Jadi MA 10 akan menunjukkan pergerakan harga rata-rata di 5 jam terakhir Beginen lah caranya menentukan Periode MA pada TimeFrame tertentu yang Anda inginkan. Jika Anda Seorang Scalper Maka Biasakan Menggunakan TF 5M, 15M dan 30M. Jadi Jangan Sampai Salah Menentukan Periode MA Nya. Oke, Sampai di Sini Kita Sudah Tahu Cara Menggunakan Moving Average Dan Männer-Einstellung Nya Di Chart MT4. Lalu bagaimana cara membaca atau mengetahui trend apa yang sedang terjadi dan dimana Bereich Unterstützung Widerstand nya jika menggunakan Moving Durchschnitt Cara Pertama Adalah Yang Sudah Disimpulkan Pada Gambar Di AwAL Pembahasan. Namun sayang nya Bereich Unterstützung dan Widerstand nya masih kurang betitu jelas, kita tidak mungkin bisa dengan mudah buysel saja. Oleh karena itu harus dibutuhkan cara lain yaitu sebagi berikut: Dengan menggunakan 1 (satu) garis atau sebuah Bewegen Durchschnitt saja Satu buah Umzug Durchschnittlich Dilihat dari gambar dapat ditarik kesimpulan bahwa: Saat Kerzenständer menembus garis MA dari bawah maka trend akan naik dan Bereich Unterstützung Widerstand Kita adalah di garis MA, jika ada candlestick yang terbuat baru maka disitu lah kita siap-siap KAUFEN Saat Kerzenständer menembus garis MA dari atas maka trend akan turun dan saat ada leuchter yang terbentuk baru menurun maka kita siap-siap VERKAUF Menggunakan 2 (dua) Buah Moving Durchschnittlich Dengan Periode Yang Berbeda Dua Buah Moving Durchschnitt Dilihat Dari Gambar Di Atas Dapat Disimpulkan: Jika MA Cepat Menembus MA Lambat Dari Bawah Sehingga Terjadi Persilangan Antara Dua Buah MA Berbeda Periode Maka Akan Terjadi TREND NAIK Dan Saat Satu Kerzenständer Terbentuk Maka Kita SIAP - Siap KAUFEN Jika MA cepat menembus MA Lambat dari atas, terjadi persilangan maka akan terjadi TREND TURUN Dan Saat Satu Kerzenständer terbentuk Maka Kita siap-siap VERKAUFEN Oke, jika masih ada yang kurang jelas tentang Cara Menggunakan Indikator Moving Durchschnittlich silahkan sampaikan di kolom komentar yang sudah Disediakan Terimakasih dan Salam sukses buat semuanya. Moving Durchschnitt Indikator Moving Average, sering disingkat MA, adalah indiaktor yang cukup populer di kalangan Händler. Bahkan banyak trader yang sangat menggantungkan diri pada jenis indikator ini saja. Indikator MA menghitung pergerakan harga rata-rata dari suatu instrumen finansial dalam suatu rentang waktu, misalnya dalam waktu 5 hari, 20 hari, atau 100 hari. Misalnya data harga sampai 5 hari yang lalu dijumlah, kemudian hasilnya dibagi 5. Hasilnya adalah suatu garis rata-rata (einfach gleitender Durchschnitt) yang digambar bersama dengan grafik harga. Ada Banyak Variasi MA Yang Digunakan Dalam Analisis Teknikal, Yaitu: Einfache Moving Average (SMA) Linear Weighted Moving Average (WMA) Exponential Moving Average (EMA) Geglättete Moving Durchschnittliche Cara Penggunaan Semua Gleitende Durchschnitt Tersebut Sama. Perbedaannya ada di tingkat sensitivitas yang diberikan masing-masing indikator tersebut, karena cara perhitungan yang berbeda. Kalau SMA hanya rata-rata biasa, WMA dan EMA diberi bobot penilaian berbeda. Sehingga dari pembobotan ini dihasilkan nilai rata-rata Yang berbeda. Dari Keempat Verschieben von durchschnittlichen Diatas, Yang Paling Sensitif Adalah WMA, EMA, SMA Dan Yang Paling Tidak Sensitif Adalah Smoothed Moving Average. Paling tidak sensitif dalam arti paling cepat merespon perubahan harga Karena sifatnya ini, WMA dan EMA Banyak Dipakai Oleh Para Trader, Terutama Yang Bertransaksi Jangka Pendek. Sedangkan geglättet Umzug Durchschnittlich elbih cocok dipakai oleh Investor jangka panjang. Penggunaan Moving Average Moving Durchschnittlich digunakan untuk berbagai hal, yaitu: Mengidentifikasi Trend Sekarang Mengetahui Pembalikan Arah Trend (Umkehrung) Menentukan Level Unterstützung dan Widerstand Di dalam Penggunaan Moving Average, Anda bisa menggunakan satu MA, dua MA atau bahkan tiga MA atau lebih. Berikut ini akan dijelaskan terlebih dahulu penggunaan MA yang paling sederhana, yaitu menggunakan hanya 1 buah MA. Untuk mengetahui arah trend, dengan mudah und a dapat melihat pada posisi gleitende durchschnittliche terhadap harga, di atas atau di bawahnya. Sedangkan untuk menentukan titik umkehrung dapat dilihat saat harga menembus gleitender Durchschnitt. Cara lain mengidentifikasi trend adalah denganmenggunakan dua buah Umzug Durchschnittliche Yang berbeda periode. Misalnya MA (5) dan MA (20). Posisi MA periode yang lebih pendek terhadap MA periode yang lebih panjang, apakah di atas atau di bawah, akan menentukan trend yang sedang terjadi. Sedangkan untuk menentukan kapan pembalikan arah trend dapat dilihat dari perpotongan antara dua MA. Jika periode yang digunakan relatif pendek, misalnya 5 dan 20, dapat memberi sinyal pembalikan arah jangka pendek. Untuk sinyal jangka panjang, misalnya digunakan MA dengan periode 50 dan 200. Kegunaan lain dari Umzug Durchschnittliche adalah sebagai Ebene Unterstützung dan Widerstand. Bila Harga Bergerak Mendekati Moving Average, Seringkali Harga Mental Kembali, Sehingga Seolah-Olah Moving Durchschnittliche Bertindak Seperti Level Unterstützung als Widerstand. Dengan sifat harga yang sering geistige seperti itu, sebaiknya und a berhati-hati jika menentukan kapan pembalikan arah. Sebaiknya und a menunggu konfirmasi beberapa kerze untuk menentukan harga sudah menembus MA atau belum. Selain dua MA, Banyak Juga Trader Yang Menggunakan Sekaligus 3 MA untuk analisis, Misalnya MA (5). MA (20) als MA (50). Dua MA dengan periode pendek digunakan sebagai sinyal untuk Handel jangka pendek. Sedangkan MA Dengan Periode Paling Panjang Digunakan Untuk Mengetahui Trend Utama Yang Sedang Terjadi. Dengan Mengetahui Trend Utama, und ein bisa mengatisipasi. Misalnya bila membuka posisi berlawananischen dengan trend utama, unda bisa mengurangi margin yang digunakan, supaya resiko tidak terlalu besar. Pada prinsipnya MOving Durchschnittlicher bisa Membranhändler Traktor untuk Handel. Nah, Periode apayang perlu dipakai. Periode yang umum dipakai adalah 200, 100, 50, 20, dan 5. Bila dipakai pada chart harian, periode 200 dipakai untuk mengetahui trend tahunan. Periode 100 untuk mengetahui Trend selama setengah tahun. Periode 50 untuk mengetahui trend selama 3 bulanan Periode 20 untuk mengetahui trend dalam waktu mingguan Sedangkan Periode 5 baik digunakan untuk mengetahui Trend harian.

No comments:

Post a Comment